|

Business
Business

Dilema Menentukan Model Bisnis? Kenali Dulu Tipe dan Langkah-langkahnya!

Ditulis oleh

Setiap Founder pasti ingin bisnisnya menghasilkan profit yang tinggi. Untuk itu, diperlukan pemilihan model bisnis yang tepat. Artinya, Anda harus membuat calon customer Anda mau membayar produk Anda. Lalu, strategi apa yang sesuai untuk diimplementasikan ke dalam bisnis Anda?

Tentukan problem dan solusinya

Anda tentu harus ingat, bahwa hal terpenting dalam membangun startup adalah menemukan masalah atau problem. Problem tersebut yang akan menjadi alasan Anda untuk dapat menciptakan solusi yang dibutuhkan oleh target customer Anda. Problem tersebut juga yang akan mendorong calon customer untuk mau membayar solusi yang Anda berikan. Jangan lupa juga untuk memvalidasi problem dan solusi yang Anda temukan tersebut.

Kenali model bisnis dulu dan sekarang

Saat sudah menemukan problem dan solusi yang tapat, saatnya Anda menentukan bisnis model yang dapat Anda gunakan sebagai pedoman dalam mendapatkan revenue atau pendapatan. Mari kita lihat bagaimana perbedaan model bisnis tradisional dengan model bisnis yang lebih modern.

Traditional New
Menjual barang Iklan/sponsor
Menjual jasa/layanan Membership
Valuation: 2x – 5x earnings Survey & report
  Paid Apps
  Valuation: active monthly subscribers/users

 

Berdasarkan tabel tersebut, kesimpulan yang dapat ditarik adalah, model bisnis tradisional hanya berfokus pada penjualan produk/jasa sebanyak-banyaknya dan bersifat satu arah. Sedangkan model bisnis sekarang, kegiatan penjualan produk/jasa melibatkan pihak ketiga. Pihak ketiga ini yang akan mengeluarkan cost atas transaksi startup Anda.

Lalu, langkah apa yang harus dilakukan untuk mulai menyusun model bisnis untuk startup Anda? Novistiar Rustandi, Founder dari HarukaEdu sekaligus mentor di Skystar Ventures Incubator Program memaparkan 3 hal sederhana untuk membantu Anda menentukan bisnis model:

  1. Kenali startup Anda

Sebelum membuat model bisnis, penting bagi Anda untuk benar-benar memahami visi misi, serta tujuan yang ingin dicapai oleh Startup Anda. Problem apa yang ingin Anda pecahkan melalui startup Anda, serta solusi seperti apa yang Anda tawarkan.

Contoh studi kasus dari ResepDokter.com

ResepDokter.com adalah sebuah aplikasi untuk para pasien yang memiliki smartphone untuk membeli resep dari dokter tanpa harus pergi dan mengantri ke rumah sakit.

  1. Siapa saja stakeholder Anda

Setelah itu, mulailah untuk meggali pihak-pihak mana saja yang berpengaruh dan terkena dampak dari bisnis Anda.

ResepDokter.com memiliki stakeholder antara lain:

Dokter
Farmasi/Apotek
Perusahaan asuransi
Perusahaan farmasi
Pasien

 

  1. Nilai apa yang dapat Anda berikan

Berdasarkan kategori stakeholder tadi, Anda dapat menentukan value untuk masing-masing pihak sehingga menjadi daya tarik mereka untuk bekerjasama dengan startup Anda.

Dokter Sales data
Farmasi/Apotek Peningkatan revenue, peningkatan jumlah customer
Perusahaan asuransi Penghematan biaya asuransi
Perusahaan farmasi Sales data, branding
Pasien Hemat waktu dan biaya

 

Nah, sekarang Anda sudah siap untuk menentukan cara pembayaran dari masing-masing stakeholder berdasarkan nilai yang Ada tawarkan tadi. Cara pembayaran ini yang akan menjadi model bisnis untuk startup Anda. Selamat mencoba!*

Related News